translation!
Chapter 7 : Hubungan

Di semua tempat di seluruh dunia, hubungan biasanya diawali dengan cinta. Apakah itu antara orangtua dan anak-anak, laki-laki dan perempuan dan persahabatan, cinta punya peranan penting di dalamnya.
Satu pertanyaan, berapa lama bisa bertahan? Nggak usah khawatir sama ayah-ibu, mereka akan cinta kita selamanya. Tapi temen dan pacar, kita nggak pernah tau. Mereka pergi dan datang kapan aja dan kadang, terjadi di waktu, tempat, kesempatan yang sangat salah.
Sebagai remaja, normal kalo kita punya seseorang (yang spesial). Buat belajar mencintai, memberi, berbagi, memaafkan, mengerti, dll. Dan aku pribadi menganggap itu baik.
Tapi disaat yang sama dengan kebahagiaan, siap atau nggak kita harus mempersiapkan yang terburuk. Dan yakin, nggak gampang. Terutama kalau kita lagi bener-bener jatuh cinta. Jujur, kita bakal lebih terima emosi lebih baik daripada akal. Dan kalau kita nggak belajar untuk jadi bijaksana, kita bakal jatuh.
Temen aku, ketika sedang berhubungan sama seseorang, dia ngasih semuanya untuk cowoknya. Bener, semuanya. Di negara aku ada aturan keras yang ngatur hubungan antara laki-laki dan perempuan tapi waktu itu, temen aku ngelanggar. Yang bikin aku sedih banget, temen aku percaya banget sama cowoknya yang udah berhasil ngeyakinin dia semuanya bakal baik-baik aja.
Terus apa? Cowok itu kabur. Setelah ngehancurin sahabat aku. Bahkan untuk ukuran orang yang nggak suka ngomong jorok, pengen banget rasanya bilang kedepan mukanya kamu brengsek. Butuh berbulan-bulan buat temen aku buat kembali normal, meski aku masih lihat dia masih ngarep juga.
Kalau temen untungnya belum pernah. Tapi aku tau rasanya bakal sakit, kayak bencana, dan buat aku untuk menhindarinya, aku cuma nyoba untuk jadi orang yang baik.
Aku mikir tentang ini beberapa waktu, yang bikin aku nyimpulin tentang pasangan ideal, hubungan yang ideal. Dan aku harap ketika ada yang baca ini, bisa lebih hati-hati dan nggak salah jalan.
Kita nggak bisa ngeliat apa yang ada di depan. Yang bisa dilakuin cuma melakukan yang benar dan berharap supaya nggak ada masalah serius. Kalaupun ada, kita harus bertahan dan menghadapi.
Hati-hati, bijaksana, sabar dan waspada, hidup itu penuh dengan pilihan yang sulit. Persepsi yang salah bisa mengantar kita ke jalan yang salah juga. Mulailah hubungan dengan cinta. Jangan buru-buru. Dan jangan nyakitin yang lain. Karena kadang, nggak diharapkan, bisa aja hal itu kembali terjadi ke kita. Dan lagi, semoga beruntung.
Chapter 6 : Kebingungan

Aku biasa ngesupport orang waktu mereka ada dalam masalah atau keadaan lainnya, aku juga terbiasa ngajakin orang untuk percaya sama masa depan mereka, seiring waktu berjalan. Aku biasa bilang, “masa depan bisa diraih, meski kita gagal.”
Buat aku, ini sebuah kehormatan untuk bisa bantu orang, menjaga mereka tetap nyaman dalam kesusahan. Dan aku berusaha melakukan apa yang terbaik yang bisa aku lakuin untuk mewujudkannya. Terus aku berharap, mereka bisa lebih kuat.
Tapi, waktu aku dihadapin sama situasi sejenis, diriku sendiri, aku sadar ini nggak mudah. Buat ndengerin, dapet support, bener-bener ngerasa kita dicintai emang bikin nyaman. Tapi tetep aja, masih ada kebingungan di kepala.
Aku harus ambil option A atau B atau C atau D. Kata orang, semua terserah aku. Dan yakin, susah dan sangat ketat. Dan akan butuh berhari-hari untuk mikir berulang-ulang kali.
Dan yang aku dapet. Kita mungkin bisa membantu orang lain dengan berkata-kata yang baik dan manis. Tapi kita sebenarnya nggak bisa masuk ke pikiran mereka, kecuali kita profesional. Sampai kita terjebak di situasi yang sama, baru kita tau gimana rasanya. Tetaplah jadi orang yang baik untuk semuanya. Tetep akan bantu, meski cuma sedikit. Dan yang paling penting, punyai kepercayaan diri yang besar. Bahwa kamu bisa melalui semuanya, dan menyelesaikannya. Dan juga, berdoa pada Tuhan, karena Ia akan memberikan kita jalan yang terbaik.
Chapter 5 : Kamu Mau Jadi Apa

Waktu aku masih kecil dan ditanyaain pertanyaan itu, dengan senang hati aku bakal bilang aku pengen jadi orang lain yang aku nggak tau. Misalnya, Caroline Celico. Istrinya Ricardo Kaka. salah satu pebola terbaik sepanjang masa. Menghabiskan sisa hidupku sama dia. Punya rumah kami sendiri. Membesarkan anak-anak kami yang lucu-lucu. Menghabiskan hari-hari tanpa ngerasa kesepian. Dan pastinya, punya suami yang super baik dan ganteng. Atau jadi seorang Miss Universe. Menangin tiara cantik. Dapet kesempatan keliling dunia. Dan punya segalanya di usia muda.
Beneran. Itu yang akan aku bilang, pas umur 13 atau 14 tahun. Dan sekarang pas tambah tua, aku sadar jawaban-jawaban itu malah menentang aku. Atau, justru aku salah ngerti maksud pertanyaannya. Pertama, aku nggak akan siap nikah di usia 18 tahun (Carol). Kedua, aku orang yang cukup pemalu. Dan aku yakin aku nggak akan mau jalan di atas panggung pake two pieces bikini dan kamera dan jutaan mata ngeliatin aku. Bakal malu-maluin.
‘Kamu mau jadi apa’ artinya lebih dari sekedar kamu mau jadi apa. Aku udah belajar kalo jawaban-jawaban aku waktu masih kecil itu cuma idelisme ku aja. Mungkin aku mikir aku nggak akan seneng nantinya. Tapi itu salah! Aku seneng kok nemuin diriku sendiri. Jadi, artinya bukan apa yang kamu mau, tapi lebih dalam. Apa tujuan hidupmu.
Jadi, kalo ditanya sekarang, aku udah punya jawabannya. Aku pengen jadi perempuan yang bisa nolong orang lain yang butuh. Aku pengen jadi perempuan yang bisa mengubah dunia. Aku pengen jadi seseorang yang selalu nyoba yang terbaik. Aku pengen jadi cewek tangguh, yang biar badai nampar wajahku juga aku masih bisa tahan dan berani. Aku pengen jadi seseorang yang ngelakuin apa aja buat mimpi-mimpiku. Terakhir tapi nggak kalah penting, aku pengen bisa mensupport orang lain biar jadi berani, dan mensyukuri dirinya-apa adanya. Masih ada sih, tapi ntar kelamaan nulis :)
Dan, kita hidup buat belajar. Belajar dari kesalahan kita, dan juga dari orang lain. Waktu berjalan, makna hidup jadi lebih besar buat kita semua. Temuin diri kamu yang sebenarnya. Terus kamu harus percaya sama diri sendiri. Temuin tujuan hidup kamu, terus lakuin dan dapetin itu :)
Chapter 4 : Bangga Jadi Diriku Sendiri
Umur 13 tahun - Mah, kok aku item?
Umur 14 tahun - Nggak adil donk mah! Mamah tu putih!
Umur 15 tahun - Mamah bilang ,”Kamu tau nggak kenapa orang bule suka ke pantai?
Umur 16 tahun - Aku sadar kulitku nggak jelek-jelek amat kok. Agak ke coklat, tan
Umur 17 tahun - Aku liat banyak orang lomba buat punya kulit kayak aku
Dan sekarang pas umur 18 tahun - Aku teriak ,”KULITKU CANTIK!”

Aku bangga punya ini. Aku bangga jadi orang Asia. Dan postingan ini aku dedikasiin khususnya buat cewek-cewek Indonesia yang punya masalah sama kayak aku. cintai kulit aslimu! Cantik kok! Dan umumnya buat cewek-cewek di seluruh dunia, jangan coba terlalu keras buat jadi apa yang kamu mau (secara fisik), karena aslinya kamu juga udah menakjubkan :)
Chapter 3 : Apa Lagi - Lebih Baik Atau Lebih Buruk

Mei itu bulan yang mengerikan buat aku. Mulai dari earphone ilang, walaupun nggak masalah sih soalnya aku emang ada rencana buat beli yang baru. Dan disela-sela waktu aku nabung, pernah sekali aku tanya ke diriku sendiri. Apa lagi?
Habis UN, yang aku liat cuma libur panjang sama persiapan dapet tempat kuliah (SNMPTN). Tapi tetep ada waktu buat aku jalan sama temen-temen. Di hari yang sama ortu, adik sama beberapa keluargaku pergi keluar kota, aku main sama temenku.
Dan waktu pulang kerumah, gembok motorku ilang. Sial. Aku panik dan ortuku baru akan pulang pas tengah malem. Aku ngerasa bersalah banget sama mereka tapi untungnya, mereka maafin aku. Dan yang mereka khawatirin itu bener-bener diluar pikiranku. Mereka takut aku nggak bisa pulang, bukan karena aku ngilangin gembok!
Habis itu aku punya banyak pertanyaan di kepala. Terus-terusan mikir, apa lagi yang lebih buruk? dan beberapa hari kemudian aku dapet jawabannya. Aku nginep dirumah tanteku beberapa hari. Dan pulang kerumah cuma beberapa jam sebelum prom mulai.
Aku buru-buru banget jadi hapeku aku kantongin dan aku nggak sadar itu melorot. Aku baru sadar pas sampe di rumah temenku dan pas aku balik ke tempat hape itu mungkin jatuh, nggak ada. Yang paling bikin aku nyesel, soalnya itu hape mamahku. Baru beberapa hari aku tuker. Dan disana ada banyak filenya Alicia dan catetan-catetan penting yang aku tulis.
Udah selesai? Nggak. Pas komplain ke temen-temen soal kesialan beruntunku, di prom udah muka berantakan, penampilan juga (batal ke salon and blablabla) karena aku barusan stres, tau-tau hak sepatuku copot pas aku mau masuk ke ruangannya. Apaan sih! Jadi akhirnya, kayak di film-film, aku copot juga hak sebelahnya. Dan voila! Aku pake sepatu flat!
Butuh berhari-hari aku bisa sembuh dan sekarang aku bisa berbagi apa yang aku dapat dari pengalamanku.
Akan selalu ada APA LAGI setelah masalah/situasi yang kita hadapi. Rumitnya, bisa aja jadi lebih baik atau lebih buruk. Aku, sayangnya dapet yang buruk. Tapi seandainya aku nggak mikir apa aja sih yang bisa jadi lebih buruk, aku yakin itu semua nggak akan terjadi.
Jadi, kapanpun kamu ada dalam masalah, tetap berpikir positif! Karena apa yang kita pikirin saat itu bisa menentukan apa yang selanjutnya bakal terjadi. Kalo lebih buruk bisa, yang jauh lebih baik juga bisa kita dapetin! Kita yang milih. Dan, semoga kamu lebih beruntung.
Chapter 2 - Keluarga

Kadang sebagai manusia kita nggak sadar atau mungkin tau tiap detail kesalahan yang kita lakuin. Karena itu, gampang banget buat nyakitin orang, walaupun nggak sengaja. Kita nggak pernah tau.
Di titik ini, aku yakin tempat pertama adalah keluarga. Keluarga yang telah diberikan untuk kita. Aku tau, semakin dekat suatu hubungan berarti semakin besar kesempatan untuk melukai dan dilukai.
Tapi keluarga nggak akan pernah menghitung. Keluarga akan selalu ada buat kita. Mereka adalah anugerah terbaik di dalam hidup kita.
Posting ini aku bikin buat khususnya buat keluargaku dan aku dedikasiin buat siapa aja yang punya pikiran sama kayak aku.
Cintai mereka dengan segenap hati dan jiwa kita selagi masih bisa!
Chapter 1 - Bermimpilah

Hmm kadang yang menyentuh hati dan pikiranku adalah mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi itu bisa besar atau kecil, dan itu hidup. Dan itu mempengaruhi sudut pandangku tentang apapun.
Ketika orang-orang berpikir kalau mimpi mereka terlalu besar dan juga berpikir mereka nggak bisa meraihnya, tapi mereka bermimpi tentang itu. Semua yang dibutuhin cuma sebuah permulaan!
Karena kalau kamu pingin sesuatu, lebih baik untuk menjaganya, berjuang untuk itu, dapetin dan bahagia pada akhirnya! Begitu juga mimpi-mimpi kamu!
Udah sadar tentang kemungkinan-kemungkinan yang bakal nyandung ke depan bukan berarti kita harus takut! Kita justru bisa siap-siap, meminimalisasi, atau mungkin, menghindari semua itu.
Dan kadang. memang orang-orang nggak ngeliat mimpi kita. Tapi kita selau punya diri kita sendiri yang selalu bisa dukung dan dan percaya sama kita. Jadi jangan khawatir! semuanya dimulai dari kita sendiri.
jadi ketika kamu punya sebuah mimpi, lebih bijak kalau maju selangkah lagi. Bergerak! Jadi orang yang bangga pada diri sendiri dan buat orang lain bangga sama kamu!
Dan kalau kamu nggak punya, kenapa enggak, bermimpi ke atas pelangi? :)
Sukses ada di tangan kamu.